Ramadhan Maju >>>

Standard


Baru kepikiran kalo’ bulan puasa tu ternyata selalu maju, taun kemaren kalo ga salah dimulai bulan september, dan taun ini mulainya malah dibulan agustus.
Mungkin ini ada hubungannya sama sistem penanggalan yang berbeda..
Barusan aku sempet sempetin buka google, dan ternyata bener, sistem penanggalan yang dipakai emang beda. Itu yang akhirnya bikin Ramadhan dan lebaran selalu maju rata-rata 11 hari dari tahun sebelumnya.

Gimana bisa?

Jadi penanggalan hijriah yang dipakai oleh umat islam didasarkan pada perubahan fase Bulan, dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya.
Sedangkan yang kita pake sehari hari -bulan masehi- perhitungannya berdasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

    Keduanya sama-sama terdiri dari 12 bulan. Satu tahun Hijriah memiliki 12 periode sinodis Bulan atau 354,366 hari. Dibulatkan jadi 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat. Sedangkan dalam masehi -lama perjalanan Bumi mengelilingi Matahari- 365,2422 hari, dibulatkan menjadi 365 hari atau 366 hari untuk tahun kabisat.

    Perbedaan jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan Masehi menyebabkan pelaksanaan ibadah Ramadhan, perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha selalu maju 10-12 hari dari tahun sebelumnya. Selisih 10 hari lebih maju terjadi jika tahun kalender Hijriah adalah tahun kabisat dan tahun Masehi-nya adalah tahun biasa atau tahun basit (pendek). Sedangkan selisih maju 12 hari terjadi jika tahun Hijriah-nya tahun biasa dan tahun Masehi-nya termasuk tahun kabisat.

Sederhana saja ternyata..

Menurut peneliti Observatorium Bosscha dan pengajar Sistem Kalender pada Program Pascasarjana Astronomi Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, saat dihubungi dari Jakarta, sistem penanggalan Bulan banyak dipakai karena konsisten dan teratur. Fase Bulan terjadi berulang: bulan baru-bulan sabit muda-bulan separuh awal-bulan purnama-bulan separuh akhir-bulan sabit tua-bulan mati dan kembali ke bulan baru secara periodik. ”Perubahan wajah Bulan secara teratur di langit malam itu dicatat nenek moyang kita dan terciptalah penanggalan Bulan,” katanya.

Sistem penanggalan memakai Bulan -lunar/qamariyah- : Selain umat islam, kalender Jepang juga menggunakan periodisitas penampakan Bulan.
Sistem penanggalan yang menggunakan Matahari -Solar/Syamsiyah- : Umat kristiani
Sistem penanggalan Matahari-Bulan -Luni-Solar- : kalender China dan Yahudi (memadukan sistem penanggalan Matahari dan Bulan secara bersama-sama)

Hmm.. mungkin karena udah kebiasaan berpatokan sama sistem penanggalan matahari, kita jadi dibikin bingung seakan akan siklus Ramadhan ga tepat satu taon. Ternyata bulan Ramadhannya ga maju.. tapi dasar perhitungan yang dipake emang beda..🙂

Dari berbagai sumber

Ditulis berdua, hasil pemikiran bersama , dan selamat menjalankan ibadah puasa

*Semua gambar di ambil lewat google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s