Kemunafikan Rasa >>>

Standard

****

Tanah tak terasa dipijak, pandangan mata gelap dan hati mengeras.. itulah yang terjadi ketika ego menguasai hati, dia tidak memberikan ruang sedikitpun kepada rasa cinta dan kasih sayang, untuk berlabuh. Hanya sesaat saja… bagaikan kemarau setahun dihapus hujan sehari. Kasih sayang yang dibina dengan ketulusan tidak dianggap dan lenyap begitu saja. Hujatan, makian keluar dari mulut tanpa henti, ketidakpuasan, kelemahan menjadi senjata untuk saling memaki dan memaki. Kemanakah hatinurani itu  pergi, dan mengapa emosi dan ego itu menguasai…? Hati memang cinta dan terkadang mulut tak dikontrol menjadi pemicunya… keinginan untuk menjadikan keadaan lebih baik dan membuat orang berubah menjadikan mulut tidak terkontrol. Semua merasa tersakiti…Ketika disadari perubahan itu mesti dimulainya bukan untuk diinginkan saja.http://wardika.org

Ketika kemunafikan itu muncul hanya rasa sakit yang kita dapatkan, ego sesaat yang jadi alasannya, ucapan2 kasar, makian2 terhadap seseorang meluncur bagai bola salju yang tak dapat di hentikan, lagi2 semuanya sudah terlambat, tak ada lagi yang perlu disesali karena hidup akan terus berjalan.

“Menjaga hati itu mudah kok, yang sulit adalah menjaga ego

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s